Jumat, 30 Juni 2023

#PART 3 -DAY 2 SINGAPURA DAN JOHOR BAHRU-

 

Hari kedua ku di Singapura diawali dengan sholat subuh berjamaah di masjid Abdul Gaffoor. Masjidnya tepat di depan penginapan Snooze Inn di Dunlop Street. Selain masjid Sultan, masjid Abdul Gaffoor adalah salah satu masjid yang ingin kukunjungi. Alhamdulillah bersyukur sekali akhirnya aku kesampaian bisa berkunjung kesana. Jika masjid Sultan berdiri pada abad ke-19, masjid Abdul Gaffoor berdiri pada awal abad ke-20.  

Destinasi hari kedua di Singapura tidak terlalu banyak karena kami harus moving ke Johor Bahru. Destinasi pertama kami adalah ke Haji Lane St.. Haji Lane St. merupakan sebuah kawasan ruko yang antik. Sayangnya pada saat kami kesana, sebagian besar tokonya masih tutup. Walhasil kami hanya mengabadikan momen sambil menyusuri Haji Lane St.

Setelah puas berfoto di kawasan Haji Lane St., kami melanjutkan langkah ke Arab St. dan mampir sebentar untuk membeli cindera mata di depan masjid Sultan. Terlihat matahari sudah lumayan terik, kami langsung menuju halte bus untuk menuju Fort Canning Park. Fort Channing Park merupakan destinasi alam yang sarat dengan sejarah khususnya perang dunia II. Luasnya sekitar 18 hektar. Terdapat tangga yang super tinggi untuk bisa berkeliling ke taman ini. Di taman ini, tak jarang kami melihat para warga lokal maupun turis yang berpiknik. Selain itu juga ada penjual kaki lima yang menyajika menu sarapan.

Setelah puas menyusuri Fort Channing Park, kami memutuskan untuk menuju destinasi akhir yaitu Orchard Library. Yang unik dari Orchard Libarary ini adalah tempatnya yang menyatu dengan mall. Perpustakaannya sangat rapih dan kondusif. Tempatnya sangat nyaman untuk menghabiskan hari. Buku-bukunya pun menarik. Sebagian buku-bukunya berbahasa Melayu, tetapi lebih banyak buku berbahasa Inggris.

Setelah dari Orchard Libarary, kami turun ke lantai dasar untuk membeli makan. Kami membeli makan di resto 4 FINGERS. Dan kami sangat merekomendasikan tempat makan ini kepada siapapun yang berkunjung ke Orchard Library. Harganya terjangkau dan rasanya sangat enak. Kasir dan pelayannya pun sangat baik dan ramah.

Dari Orchard, kami bergegas menuju Bugis untuk mengambil travel bag di JJH Hotel dan naik MRT kembali dari Bugis ke Marsiling. Jarak tempuh dari Bugis ke Marsiling kurang lebih 1 jam. Setelah turun di St. Marsiling kami menyeberang untuk naik bus 950 ke woodlands check point (WCP).


Di WCP ini kami sempat mengalami drama salah jalur. Yang harusnya kami mengambil jalur kereta, kami malah nyelonong ke jalur bus. Apalagi kami sampai di WCP sangat mepet dengan jadwal keberangkatan kereta. Kereta dari WCP ke JB Center Johor Bahru yang kami pesan yaitu berangkat jam 16.15 WS. Kami menargetkan sampai di stasiun ini 1 jam sebelum keberangkatan. Namun, kami baru turun dari terminal bus WCT sekitar jam 15.30 WS. Ditambah lagi spending time karena drama salah jalur. Kenyataan pahit pun akhirnya kami telan. Begitu sampai depan pintu stasiun, kami disambut dengan tulisan "Gate Closed". Namun, kami bersyukur karena kami masih bisa memesan tiket kereta di jam berikutnya, yaitu untuk keberangkatan jam 17.20 WS.

Hal yang bisa kami share dari drama salah jalur ini adalah yang pertama: begitu turun dari bus 950 di WCP, ambil lah jalur kereta yang belok ke kiri. Jangan ke kanan atau lurus. Awal dari kesalahan kami adalah kami panik mengikuti penumpang lainnya yang rame-rame menuju jalur bus karena mengejar waktu, tanpa melihat tanda petunjuk yang ada. Tapi jujur, aku pribadi merasa di WCP ini minim sekali petunjuk jalurnya. Yang kedua: tibalah maksimal 20 menit sebelum keberangkatan kereta. Karena ternyata di WCP ini ada 2 kali proses imigrasi. Imigrasi Singapura dan Malaysia.


Mengapa siy kami mati-matian buat naik kereta ke JB Center daripada naik bus? Itu karena kami mengefektifkan waktu. Menurut hasil pencarian kami, jarak tempuh antara naik bus dan naik kereta dari WCP ke JB Center lebih efektif naik kereta yang hanya 5 menit dengan harga 5 SGD daripada naik bus bus yang mencapai 5 jam dengan harga yang tentu lebih rendah dari naik kereta. Namun, jika ada teman yang sudah pernah naik bus dari WCP ke JB Center bisa sharing juga jarak tempuhnya berapa lama.


Kereta dari WCP ke JB Center ini Bernama KTMB. Kursinya lumayan empuk dan suhu di dalam kereta lumayan dingin. Kursinya tersusun dua-dua, layaknya kereta ekonomi premium atau eksekutif kalau di Indonesia. Oh ya, aku kira kereta KTMB ini sangat on time seperti kereta di Jawa, ternyata keretanya sempat terlambat 2 menit. Namun memang benar bahwa kereta ini hanya menempuh waktu 5 menit untuk sampai dengan JB Center Johor Bahru.

Hal pertama yang kami lakukan ketika sampai di JB Center adalah mengaktifkan wifi. Karena menyeberang lintas negara, wifi pun perlu loading. Dan loadingnya pun cukup lama. Sembari menunggu wifi terkoneksi kembali, kami berupaya mencari wifi gratis di mall JB Center. Destinasi kami di Johor Bahru yang pertama yaitu ke Masjid Sultan Abu Bakar untuk sholat jamak ta’khir Dzuhur-Ashar. Bersyukurnya jarak antara JB Center ke masjid tidak jauh dan naik grab hanya 6 MYR.


Masjid Sultan Abu Bakar Johor Bahru merupakan masjid milik Sultan Johor yang berdiri sekitar akhir abad ke-19. Masjid ini sangat cantik dengan perpaduan arsitektur Moor dan Melayu. Selain itu, masjid ini juga sangat ramah dengan travellers. Di masjid ini tersedia kamar mandi dengan perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo wakaf. Salah satu hal yang aku perhatikan selama berkunjung ke masjid Sultan dan masjid Abdul Gaffoor di Singapura serta masjid Sultan Abu Bakar di Johor Bahru ini adalah adanya sandal khusus kamar mandi. Ini tidak lain adalah untuk menjaga kesucian dari kamar mandi ke tempat sholat. Kalau masjid di Indonesia, meski tidak tersedia sandal khusus kamar mandi, biasanya ada kobokan kaki antara akses keluar kamar mandi atau tempat wudlu ke tempat sholat. Namun, tidak semua masjid di Indonesia punya kobokan kaki. Jadi perlu dihati-hati sendiri menjaga kesucian antara kamar mandi ke tempat sholatnya.

For your information, para pengunjung masjid Sultan Abu Bakar tidak diperkenkan untuk mengambil foto selama di dalam masjid. Bolehnya di luar masjid. Meski demikian, keindahan bangunan masjid ini di luar tidak kalah dengan keindahan dalam masjid. Para pengurus masjid pun sangat ramah. Setiap sandal/sepatu para jamaah selalu dirapihkan oleh pengurus masjid sehingga memudahkan para jamaah saat keluar dari masjid.


Tak terasa, kami keluar dari masjid Sultan Abu Bakar hampir menjelang maghrib. Selanjutnya, kami mencari resto untuk makan malam sebelum menuju bandara Senai. Karena pesawat kami akan take off sekitar jam 23.00 WM, kami menargetkan berangkat ke bandara dari resto sekitar jam 19.45 WM. Kami tiba di Bandara Senai sekitar jam 20.20 WM dengan biaya grab 28 RM.


Alhamdulillah waktu berlibur telah usai. Meski hanya 2 hari, banyak hal yang telah kami lewati dan juga tentunya banyak sekali pelajaran dari perjalanan ini. Tidak terlupakan dan sangat berkesan.


Sekian sharing aku backpacker selama weekend ke Singapura-Johor Bahru. Semoga ada manfaatnyaa…..


Sabtu, 10 Juni 2023

#PART2 -DAY 1 SINGAPURA-


Beberapa hari setelah tiba di tanah air, salah seorang teman bertanya kemana aja selama di Singapura.


Okey, let’s talk about Itinerary.


Aku dan kedua temenku mulai menyusun itinerary H-2 minggu keberangkatan. Kami memanfaatkan malam minggu untuk mendiskusikan itinerary, hotel, dan pilihan transportasi yang akan kita gunakan selama di Singapura.


Kami tiba di bandara Changi Terminal 4 sekitar jam 5 WS. Terminal kedatangan ada di Lantai 2 ya, Guys. Setelah melalui imigrasi, kami menuju ke Changi Recommend counters di Lantai 2 (Public Area) untuk mengambil kartu EZ Link yang sudah kami beli melalui Traveloka saat di Indonesia. Setelah itu, kami mencari tempat untuk sholat subuh. Oh ya, subuh di Singapura itu sekitar jam 5.43 WS. Karena musholla terminal 4 ternyata ada di terminal keberangkatan, akhirnya kami sholat di ruangan Ibu dan Bayi yang terletak di Lantai 2 terminal kedatangan. Alhamdulillah ruangannya cukup bersih dan nyaman untuk sholat.


Setelah sholat, kami menuju foodcourt mencari tempat untuk sarapan. Hikmah dari pesawat yang delay Jumat malam adalah kami mendapat sekotak nasi KFC. Nasi kotak itulah yang kami buat sarapan setelah sholat. Untuk air minum, di bandara Changi tersedia air minum refill gratis kok. Makanya di tulisanku sebelumnya aku masukin tumbler sebagai perlengkapan untuk dibawa saat ke Singapura. Lumayan banget kan bisa menghemat untuk tidak beli air minum, hehe.


Setelah makan, kami beranjak menuju Shuttle bus di Lantai 1 dan move ke Jewel Water Fall, Changi Airport, Terminal 1. Tenang aja, naik bus dari Terminal 4 ke Terminal 1 gratis kok, hehe. Saat kami sampai Terminal 1, kami langsung berjalan menuju Jewel dan tentunya air terjun belum turun dong, hehe. Air terjun mulai turun tepat jam 10.00 WS. Sambil menunggu waktu jam 10.00 WS, kami beristirahat dan kemudian bersih-bersih terlebih dulu biar badan lebih fresh.

Setelah mengambil dokumentasi di Jewel Water Fall, sekitar jam 11.00 WS kami beranjak menuju penginapan dengan naik MRT. Stasiun MRT di Bandara Changi ada di Terminal 3 ya, Guys. Ga jauh kok dari Terminal 1. Cukup jalan kaki aja dari Terminal 1 ke Stasiun MRT. Singapura itu negara yang super ontime dan disiplin. Bahasa famousnya “Sat Set Sat Set”, hehe. Selama di Singapura, tidak ada ceritanya kami menunggu lama untuk naik MRT. Even saat kami transit, hehe.

Setelah naik MRT (transit sekali di St. Tanah Merah), akhirnya kami sampai di St. Bugis. Untuk menuju penginapan, JJH Hotel, kami berjalan sekitar 10 menit untuk bisa sampai kesana. Karena waktu check in di Singapura rata-rata jam 15.00 WS, kami minta izin ke petugas hotel untuk menitipkan travel bag terlebih dulu.


Saat keluar hotel, kami pun siap untuk menyusuri Singapura. Namun, sebelumnya kami mampir makan siang terlebih dulu dan sholat jamak dzuhur dan ashar di Masjid Sultan. Di sekitar hotel berlimpah warung makan, terutama warung yang penjualnya arabian, hehe. Ya memang penginapan kami dekat sekali dengan Arab Street. Tidak heran banyak pedagang Arab yang berbisnis di sekitar sana. Kami pun memilih makan nasi briyani dengan harga 8 SGD per porsi. Setelah makan, kami berjalan sedikit menuju Masjid Sultan. Pintu masuk masjid untuk perempuan ada di belakang North Bridge St.


Saat berjalan menuju pintu masuk perempuan, saya sedikit surprise karena bertemu dengan Mbak asal Surabaya yang tinggal di Malaysia, karena menikah dengan Malaysian. Dan begitu sampai Masjid, si Mbaknya ngajakin wefie, hehe. Anw terima kasih untuk perkenalan singkatnya, Mbak Endang. Dan buah dari pertemuan tersebut kami saat ini berteman di Facebook, hehe

Di Masjid Sultan ini, tak lupa kami merefill air minum untuk bekal jalan-jalan. Dan tentunya kami juga tak lupa mendokumentasikan tempat ini, hehe. 

Tujuan pertama kami setelah dari hotel adalah ke Universal Studio. Untuk menuju kesana, kami harus naik MRT turun di St. HarbourFront. Dari St. HarbourFront, kami masuk ke Vivo City Mall untuk menuju St. LRT VivoCity. Seingat aku dari masuk Mall Vivo City perlu naik eskalator 4 kali. Setelah itu naik LRT dan turun di St. Resort World. Berikut rute LRTnya.

Dari awal berangkat, kami tidak ada niat untuk masuk Universal Studio. Di sini, kami hanya mengambil dokumentasi di depan globe yang menjadi icon saat berkunjung ke Singapura, hehe.


Oh ya, yang berminat untuk masuk ke Universal Studio, tiket masuknya bisa dibeli di Traveloka yak.

Sepulang dari Universal Studio, kami naik LRT lagi ke St. VivoCity dan kembali ke stasiun MRT HarbourFront. Perjalanan selanjutnya yaitu ke kantor Monetary of Singapore (MAS). MAS merupakan bank sentral Singapura. Sebagaimana namanya, bank sentral Singapura ini hanya melaksanakan tugas di bidang moneter. Berbeda dengan bank sentral Indonesia. Bank sentral Indonesia selain melaksanakan tugas di bidang moneter, juga melaksanakan tugas di bidang makroprudensial serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah.


Keinginan mampir kesini terinspirasi dari kerjaan kantor terkait agreement Bank Indonesia dan MAS yang kebetulan aku terlibat di penyusunan ketentuan internalnya. Dan agak ga nyangka kalau tulisan “MAS” yang selama ini kulihat di kertas ternyata bisa kuliat langsung di depan gedung megahnya, hehe. #MaafAgakKatrokYa, hehe. 

Setelah mengambil dokumentasi di depan kantor MAS, kami menuju Marlion Park dengan menaiki bus jurusan 70. Terminal busnya pun tidak jauh dari MAS, cukup menyeberang ke sebelah kiri gedung MAS. Perjalanan naik bus pun hanya menempuh waktu sekitar 5-10 menit.


Sesampainya disana, kami meluruskan kaki sejenak dan membeli burger untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan, hehe. Harga burgernya ga terlalu mahal ternyata. Harga 3 burger sekitar 200-an ribu rupiah.

Setelah kondisi perut aman, kami pun mengambil dokumentasi yang berlatar belakang Singa Putih, Marina Bay Sand (MBS), dan Musium Art Science.

Setelah dari kawasan Marlion Park, saatnya kami menuju destinasi akhir hari pertama, yaitu Gardens By The Bay. Dari Kawasan Marlion Park, kami berjalan menyusuri pinggir selat/teluk/laut (entah apa itu namanya, wkwk) melewati The Fullerton Hotel. Meskipun harus berjalan cukup jauh dan sempat meneduh sebentar karena hujan, kami sangat menikmati suasana sore hari itu. Bahkan, sejenak seusai hujan mereda, pelangi pun tak segan menyapa kami. Seolah mereka ingin menghibur kami yang mulai ngos-ngos-an berjalan kaki, hehe.

Bagiku, perjalanan menuju Garden By The Bay ini sangat menantang. Kami harus masuk Mall MBS dan naik eskalator yang super panjang dan agak curam. Hehe. Tapi, yang menarik dari Mall MBS ini adalah terdapat perahu di lantai bawah. Pemandangan yang mirip seperti sungai.


Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya kami pun sampai di Garden By The Bay. Ternyata, keindahan garden ini di malam hari tidak berbeda dengan keindahan di siang hari. Bahkan, kami berkesempatan untuk menikmati showing light yang disuguhkan di Garden By The Bay. Tentunya para pengunjung ber-ramai-rami untuk mendokumentasikannya.

Setelah puas menikmati suasana Gardens By The Bay, sekitar jam 21.30 WS kami kembali ke penginapan naik MRT dari St. Bayfront dan turun di St. Bugis. Sesampai di penginapan, kami tak lupa mengecek jumlah langkah kaki jalan seharian di Singapura. Begitu kaget ketika lihat ternyata kami sudah berjalan sekitar 26.000 langkah di hari itu. Pantes saja kaki rasanya pengen digantung, haha.


Cukup sekian cerita Day 1 Singapura. Next untuk Day 2 Singapura dan Johor Bahru akan kutulis di #Part 3 yak. Hehe





Kamis, 01 Juni 2023

SPENDING WEEKEND IN SINGAPORE AND JOHOR BAHRU #PART 1


Sebetulnya sudah sejak lama aku ingin sekali trip ke Singapura. Pada tahun 2019 aku dan sepupu sudah merencanakan untuk liburan kesana. Namun, tidak dinyana tanggal yang rencananya aku ambil untuk cuti liburan malah menjadi tanggal perjalanan dinas. Namun, setiap kegagalan selalu menyisakan hikmah. Jika saat itu aku jadi liburan ke Singapura, aku mungkin tidak akan pernah terpikir untuk mengawali perjalanan ke luar negeri dengan berumroh terlebih dulu.

Rencana trip ke Singapura ini bisa dibilang mendadak. Berawal dari cek tiket pesawat di akhir April lalu, kemudian ngajak temen yang bisa diajak. Begitu deal, awal Mei langsung eksekusi untuk beli tiket. Karena konsep liburannya adalah backpacker dan low budget, aku dan teman-teman memutuskan untuk berangkat dari Jakarta landing Changi International Airport dan kembali ke Jakarta melalui Senai International Airport di Johor Bahru. Persiapan kami pun bisa dibilang cukup singkat, hanya 3 minggu. Adapun yang kami persiapkan sebelum berangkat:

1.      Menyusun itinerary (tempat-tempat yang akan dikunjungi)

Menyusun itinerary adalah hal terpenting saat kita akan melakukan perjalanan. Karena dari itinerary inilah kita bisa memperkirakan berapa budget yang perlu kita siapkan. Di trip kali ini, aku dan teman-teman menyiapkan budget Rp2 juta, sudah termasuk tiket pesawat PP (Tapi ternyata overbudget, wkwkwk). Salah satu bekal yang kami gunakan untuk menyusunan itinerary adalah peta MRT Singapura (peta jalur MRT bisa diakses melalui https://mrtmapsingapore.com).

Selama trip kemarin, selain mengandalkan jalur MRT, kami juga mengandalkan aplikasi citymapper. Aplikasi tersebut mempermudah kami untuk menentukan pilihan transportasi ke tempat tujuan.

2.      Menentukan penginapan

Untuk penginapan, travellers bisa memilih hotel atau hostel. Bedanya, kalau hotel tersedia kamar mandi pribadi, 1 kamar dan 1 kamar mandi. Kalau hostel, kamar dan kamar mandinya sharing (kamar dan kamar mandinya bareng-bareng sama travellers lainnya). Biasanya, harga sewa hostel lebih murah daripada hotel. Tapi semuanya tergantung travellers, lebih nyaman tinggal di hotel atau di hostel. Untuk penginapan, upayakan sudah dipesan sebelum berangkat ya. Banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk pesan penginapan, seperti traveloka, agooda, tiket.com, pegi-pegi, Airbnb, dan lainnya. Kalau misal sudah menemukan penginapan yang cocok, coba bandingkan harga di beberapa aplikasi. Dan jangan lupa pake kode promo misal punya, hehe. Aku dan teman-teman kemarin memutuskan untuk tinggal di hotel. Nama hotelnya “JJH Hotel”. Lokasinya di North Bridge St, deket banget sama Masjid Sultan Singapura. Selain itu juga ga susah kalau mau beli makan. Di sekelilingnya banyak banget yang jual masakan arab seperti nasi briyani, tapi ada juga yang jual masakan Semarang (Jawa Tengah) dan nasi padang (Sumatera Barat/Minang).  

3.      Menyiapkan uang cash SGD dan MYR

Persiapkan uang cash secukupnya. Untuk penukaran uang valuta asing, pilihlah money changer yang telah mendapat izin usaha dari Bank Indonesia. Atau yang paling aman tukar di Bank. Namun, ada yang bilang selisih kursnya agak jauh, hehe. Karena aku tinggal di Jakarta Pusat, aku kemarin nuker SGD dan MYR di Chandra Prima Money Changer. More info bisa buka webnya di www.chandraprima.com. Waktu aku kesana, aku lihat money changer ini udah punya izin usaha dari Bank Indonesia kok, Guys. Jadi ga perlu khawatir illegal yak. Untuk memastikan valuta asing yang kita cari ready atau engga, kita bisa tanya dulu melalui Whatsapp. Saranku, misal mereka udah bilang ready, langsung bayar aja melalui transfer. Takutnya kalau ditunda malah valuta asing yang kita cari bisa bisa ga ready. Kalau sudah transfer, saat pengambilan mereka akan minta identitas (KTP atau Passport) sesuai nama yang transfer ke rekening mereka. Misal kemarin aku transfer ke rekening mereka melalui rekening temenku. Maka KTP temenku yang diminta oleh mereka.

4.      Menyiapkan perlengkapan selama disana   

Perlengkapan yang kemarin kami bawa saat trip antara lain a. Passport. Passport adalah tanda identitas kita satu-satunya ketika di negeri orang. Sebelum berangkat, kami perlu memastikan passport masih berlaku. b. Baju Ganti. Berapa banyak baju ganti yang perlu dibawa itu sesuai kebutuhan masing-masing. Biasanya aku menentukan jumlah baju ganti itu dari itinerary. c. Peralatan Ibadah. Karena tujuan ngetrip ga cuman seneng-seneng, tapi juga ada unsur ibadah, kami pun menyiapkan peralatan ibadah yang simple untuk dibawa. d. Toiletters. Kami lebih nyaman jika membawa toiletters sendiri dan tidak mengandalkan toiletters dari hotel.  e. Travel Adaptor. Setting adaptor di Indonesia berbeda dengan setting adaptor di Singapura. Di Indonesia terbiasa dengan colokan kaki 2, kalau ke luar negeri seperti Singapura dan Arab Saudi kita perlu bahwa colokan kaki 3. Travel adaptor mudah dibeli di market place dengan harga yang sangat terjangkau. Aku beli travel adaptor seharga Rp38K. f. Power Bank. Untuk menjaga daya baterai Hp tetap aman saat di perjalanan, tak lupa kami membawa power bank. g. Jaringan Wifi. Bisa siy pake paket roaming. Tapi lumayan mahal karena kami singgah di 2 negara. Kecuali kalau cuman 1 negara ya. Masih efisien misal pake paket roaming. Akhirnya kemarin kami sewa modem javamifi. Kami masing-masing bayar Rp90K dan deposit sebesar Rp500K. Harga tersebut sudah bisa dipake di 2 negara (Singapura dan Malaysia). Dan kuotanya unlimited. Gangguan jaringan internet tetap ada, tapi so far modem ini cukup membantu. Based on pengalaman kami kemarin, jika misal ada gangguan jaringan dari modem, segera move ke tempat terdekat yang menyediakan wifi gratis atau masuk mall. Peralatan lainnya adalah h. Payung. Sudah jadi rahasia umum kalau musim global sekarang susah diprediksi jadi untuk berjaga-jaga biar ga kehujanan sebaiknya bawalah payung. Selain bisa dipake saat kondisi hujan, payung juga bisa dipake saat kondisi cuaca panas. i. Tumbler. Jangan lupa membawa tumbler yang Guys waktu ngetrip. Air minum bisa direfill di Changi International Airport atau di masjid. Untuk travellers yang akan naik pesawat dari Bandara Soetta, Jakarta, setelah masuk imigrasi dan sebelum masuk terminal keberangkatan harap untuk mengosongkan air dalam tumbler yak. j. EZ Link. Di Indonesia, EZ Link ini seperti kartu elektronik (e-money, flash, tap cash). Kartu ini bisa dipergunakan untuk naik MRT, bus, LRT, atau tempat makan sepanjang menyediakan pembayaran melalui kartu tersebut. Travellers bisa memilih mau pake EZ Link atau Singapore Turist Pass. Bedanya kalau EZ Link travellers musti beli kartunya dan ada masa berlakunya. Kalau Singapore Turist Pass sistemnya sewa kartu dan ada deposit di depan. Sebelum leave Singapura travellers musti mengembalikan kartu tersebut. Aku dan teman-teman memilih beli kartu EZ Link supaya ga ribet balikin kartu. Karena kami harus moving dari Singapura ke Johor Bahru pada hari minggunya. Kecuali jika travellers mau pulang ke Indonesia dari Bandara Changi. Mungkin better bisa pake Singapura Turist Pass karena akses mengembalikan kartunya lebih mudah. Beli kartu EZ Link bisa dibeli di marketplace Tokopedia atau di traveloka ya. Harganya variatif. Kemarin aku beli di Traveloka seharga Rp110.816,- per kartu/orang. k. Cemilan/Makanan Emergency. Siapkan makanan emergency yang simple tapi cukup untuk mengganjal perut kita. Biasanya saat jalan, kita sulit menemukan tempat makanan yang bisa kita makan, mungkin karena terlalu mahal atau non-halal. Kita bisa bawa coklat, mie gelas, atau cemilan lainnya sesuai kesukaan kita. l. Obat Pribadi. Kita tentu tidak menginginkan rasa sakit menghambat perjalanan yang sudah disusun dengan matang. Untuk itu, tetap waspada dengan membawa obat pribadi yah. Supaya perjalanan tetap menyenangkan. m. Peralatan Make Up. Supaya wajah tetap segar dan sehat, jangan lupa bawa skin care yak. Ga usah semua dibawa, minimal bawa pelembab, handbody, sunscreen, dan bedak. n. Tiket Kereta KTMB Singapura-Johor Bahru. Tiket kereta KTMB bisa dipesan melalui https://shuttleonline.ktmb.com.my/Home/Shuttle. Harga tiketnya adalah 5 SGD atau sekitar Rp55K/orang. Perjalanannya pun sangat singkat. Hanya 5 menit. Travellers pun harus sudah sampai gate maksimal 20 menit sebelum keberangkatan yak. Lebih dari itu siap siap menanggung kekecewaan karena closed gate. Hehe. 


Sekian dulu ya Guys yang bisa aku share. Semoga ada manfaatnya.

InsyaAllah akan aku lanjutin nanti ke #Part 2.


Sabtu, 24 September 2022

Bismillah, Niat Ibadah Umroh

 

Kegagalan saya berlibur ke Singapura bersama dengan sepupu pada bulan Oktober 2019 lalu ternyata menjadi awal impian saya untuk melaksanakan ibadah umroh. Saat itu, saya gagal berangkat karena harus melakukan perjalanan dinas ke Surabaya selama 5 (lima) hari. Tanggal perjalanan dinas pun sama persis dengan tanggal rencana saya liburan. Padahal, sebelumnya saya berupaya keras mengurus passport demi bisa liburan ke negeri tetangga tersebut. Namun, takdir berkehendak lain. 

Perjalanan dinas saya ke Surabaya bukanlah sembarang perjalanan. Di dalamnya terselip misi silaturahim. Begitulah yang sering saya lakukan ketika saya berkunjung ke beberapa kota, baik di pulau Jawa maupun di luar Jawa. Saat itu, misi silaturahimnya dengan rekan-rekan kantor lama dan dengan seseorang yang saya anggap seperti Bapak sendiri. Beliau adalah Bp. Agung Setiabudi yang waktu itu sedang menjabat sebagai direktur utama salah satu perusahaan di Gresik.

Ketika saya sampai di kantornya, beliau menyambut saya dengan hangat. Kami banyak berbincang tentang pekerjaan, kehidupan, dan juga sharing keilmuan. Di tengah-tengah perbincangan, saya pun bercerita tentang kegagalan saya berlibur ke Singapura. Mendengar hal tersebut, beliau pun memberikan nasihat yang pada intinya kalau memang mau ke luar negeri, terlebih dulu ziarah lah ke makam Nabi Muhammad di Madinah dan mengunjungi Mekkah. Karena hal tersebut yang dianjurkan dan diperintahkan oleh Allah. Sejak saya bertemu dengan beliau, saya bertekad untuk tidak menginjakkan kaki saya ke luar negeri sebelum saya ke Mekkah dan ke Madinah terlebih dahulu.

Begitulah. Silaturahim selalu membuat saya menjadi manusia yang lebih kuat dan lebih tegas mengambil keputusan hidup.  

Impian untuk berumroh selalu ada dalam pikiran dan harapan. Satu hal yang saya yakini, karena umroh merupakan salah satu bentuk panggilan dari Allah maka siapa pun yang sudah mendapat panggilan dari Allah dia pasti akan dimampukan oleh Allah. Tak peduli dia orang mampu atau tidak mampu. Namun, jika sudah dimampukan oleh Allah maka dia pasti akan memenuhi panggilan-Nya. Dimampukan oleh Allah baik dari sisi finansial, kesehatan, waktu luang, dan lainnya.

Ada satu hal yang menarik sebelum saya memutuskan untuk mendaftar umroh. Beberapa hari sebelum saya memutuskan untuk mendaftar, di malam hari sebelum saya tidur, dalam hati saya berkata “Jika ada biaya perjalanan umroh dengan nilai 27 juta, insyaAllah saya akan mendaftar”. Dan beberapa hari setelahnya terjawab. Saat itu saya sedang sholat dzuhur di masjid kantor. Setelah sholat, sambil berdzikir saya melihat pada layar proyektor masjid sebuah gambar seperti Ka’bah. Bergegas saya memakai kacamata karena takut gambar tersebut beralih ke slide selanjutnya. Setelah saya baca dengan teliti, ternyata benar itu gambar Ka’bah, brosur pendaftaran umroh pada Oktober dan November 2022. Dan yang membuat saya terkejut adalah biaya perjalanan umroh tersebut sama persis dengan yang saya sebutkan sesaat sebelum tidur beberapa waktu lalu. Setelah itu, saya bergegas menemui pengurus masjid dan menyampaikan maksud untuk mendaftar umroh. Pengurus masjid pun menyarankan waktu yang diambil untuk berangkat umroh sebaiknya di bulan November. Tepat sekali. Bulan November merupakan bulan yang menurut perkiraan saya semua pekerjaan akan selesai sebelum berangkat.

Sesekali saya merenung tentang perjalanan yang menyampaikan saya pada sebuah keputusan untuk melaksanakan ibadah umroh.

1.         Tentang harta. Saya tersadar bahwa harta itu salah satu bentuk ujian dari Allah. Punya harta sedikit ya ujian, punya harta banyak pun ujian. Jadi, sebagai manusia yang dikaruniai iman dan islam tantangannya adalah bagaimana supaya harta yang kita punya dipergunakan untuk sebanyak-banyaknya kemanfaatan dan kemaslahatan. Supaya kelak di hari akhir kita mampu mempertanggungjawabkan titipan Allah berupa harta tersebut.

2.         Tentang waktu. Jika memang Allah sudah memanggil maka tidak ada yang bisa menahan-Nya. Tentu melalui banyak kebimbangan karena pertimbangan materi, waktu, dan prioritas kebutuhan, niat umroh selalu menjadi ragu untuk dilaksanakan. Namun, ketika kemantapan itu datang, Allah seolah menyiapkan waktu yang tepat untuk kita mampu memenuhi panggilan-Nya.

Perjuangan akan sampainya niat telah usai. Selanjutnya adalah berjuang untuk memenuhi syarat administratif untuk keberangkatan umroh. Adapun berkas-berkas yang sedang/telah saya siapkan yaitu:

1.         Berkas pendaftaran (dari KBIH);

2.         Softcopy passport;

3.         Softcopy KTP;

4.         Softcopy KK;

5.         Softcopy pasfoto 4 x 6 close up wajah 80% dengan backround putih;

6.         Softcopy sertifikat vaksin covid-19 dosis 1, dosis 2, dan booster;

7.         Membayar DP;

8.         Kartu kuning sebagai penanda telah melakukan vaksin meningitis (biaya vaksin dibebankan kepada calon jamaah);

9.         Visa, pengurusannya dibantu pihak KBIH.

10.      Surat penunjukan mahrom, bagi perempuan yang pergi tanpa didampingi mahrom (ada biaya pengurusan yang dibebankan oleh calon jamaah).

Notes:

beberapa biaya yang dibebankan kepada calon jamaah sudah tertera pada brosur.

Bismillah, semoga Allah mudahkan dan lancarkan pemenuhan berkas-berkasnya. Aamiin.


Jumat, 19 Agustus 2022

Dear Singlelillah,


Dear Singlelillah,

 

Kamu ga harus pusing kok sama komentar orang tentang statusmu sekarang. “Usia segini kok belum nikah”, atau “Makanya jangan pilih-pilih”. Yang perlu banget kamu pusingin adalah apa jawaban mu nanti ketika ditanya Allah “Dulu masa single mu kamu pake buat apa?”  Nah loh!

 

Boleh galau, tapi galau yang berfaedah ya. Boleh baper, tapi baper yang berfaedah ya. Jangan sampe kekhawatiranmu tentang jodoh membuat Allah tersinggung.

Jaga dan perkuat iman serta terus ikhtiyar. Percaya deh, Allah pasti kasih yg terbaik buat kamu. Yg kamu perlu lakukan hanya bersabar dan bersyukur.

 

Sabar tak berarti diam, pasif, dan hanya menunggu datangnya jodoh. Sabar berarti aktif untuk terus berikhtiyar mencari jalan bertemunya jodoh dan tidak putus asa dalam prosesnya.

 

Dalam proses menemukan jodoh, terkadang kita merasa tidak tau lagi dengan cara apa kita harus berikhtiyar. Semua jalan seperti gelap dan sulit menemukan cahaya. Namun, saya ingin mengajak para singlelillah untuk selalu yakin dengan janji-janji Allah yang pasti. Bahwa Allah akan mengabulkan doa doa para hamba-Nya. Bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sebagaimana tafsir surat Al Insyiroh ayat 6-7 yang disampaikan oleh Abi Quraish Shihab, Kata ‘ushr’ dan ‘yusr’ diulang 2 kali pada surat tersebut. Perbedaannya kata ‘ushr’ terdapat Alim Lam yg dalam bahasa arab bermakna spesifik, dan kata ‘yusr’ yang tanpa Alim Lam yang bermakna umum. Hal tersebut diberikan tafsir bahwa ketika ada 1 kesulitan maka disana ada 2 kemudahan. Ayat tersebut menandakan bahwa jalan keluar yang Allah berikan lebih banyak dari kesulitan yang kita hadapi. Tergantung bagaimana kita menyikapi kesulitan tersebut dan kemauan kita untuk mencari solusi dari kesulitan.

 

Jika kita mau menyadari secara penuh, banyak sekali nikmat dari Allah yang tanpa kita minta terlebih dulu, Allah berikan semuanya dengan melimpah. Seperti oksigen, organ tubuh yang berfungsi sangat baik, anggota tubuh yang utuh, dan lain sebagainya. Namun, sayangnya kita seringkali lupa dengan banyaknya nikmat dari Allah tersebut. Manusia diciptakan Allah adalah untuk beribadah kepada-Nya. Mengabdi dengan segala bekal dan potensi hidup yang dianugerahkan oleh-Nya. Apa yang Allah anugerahkan kepada kita seyogyanya juga kita persembahkan untuk-Nya. Pun ketika kita lalai dengan nikmat-Nya, Kuasa-Nya tetaplah yang paling Maha. Malah kita yang akan merugi karena kelalaian diri kita.

 

Di masa single ini kita musti banyak banyak bersyukur. Bersyukur karena masih diberikan kelapangan waktu dan kesempatan untuk berbakti kepada orang tua, menjadi kakak/adek yang anytime jika dibutuhkan selalu ada, dapat belajar tentang banyak hal, fleksibel menyalurkan hobi, a kemana pun ke tempat yang ingin dikunjungi, berinvestasi sebanyak mungkin karena belum ada tanggungan, dan berbagai macam kesempatan positif lainnya.

 

Usia seharusnya tidak menjadi patokan untuk menikah. Setiap orang memiliki garis takdir masing-masing. Dan yakinlah bahwa garis takdir yang diberikan Allah kepada kita adalah garis takdir yang terbaik. Oleh karena itu, dengan penuh kesadaran kita tidak semestinya membanding-bandingkan takdir kita dengan takdir orang lain.

 

Sebagai seorang single, kamu tidak tau jodoh mana yang terlebih dulu menghampiri. Entah jodoh pasangan hidup atau jodoh kematian. Maka, fokus pada kebaikan adalah jalan terbaik untuk mempersiapkan keduanya.

 

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Jadikan dirimu bermanfaat untuk sesama. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk orang lain. Bisa dengan hartamu, tenagamu, atau waktumu. Lakukan yang terbaik dari apa yang bisa kamu lakukan. Berikan apa yang terbaik dari apa yang bisa kamu berikan. Yang penting semuanya dilakukan dengan ikhlas maka itu akan mendatangkan keberkahan. Berkah untuk kita maupun keluarga kita kelak. Percayalah bahwa ketika kamu berbuat baik maka sesungguhnya kamu berbuat baik pada diri sendiri.  

 

Jadi, untuk singlelillah semuanya, mari kita saling menguatkan dan mendoakan. Status single itu bukan status yang memalukan kok sepanjang masa singlemu tak lepas dari pengharapan pada Yang Maha Kuasa. Jadilah single yang luar biasa, jangan yang biasa biasa saja. Yakinlah, Allah akan mendatangkan jodoh yang terbaik di waktu yang tepat. Ingatlah bahwa segala sesuatu itu ber-masa. Manusia tidak punya kuasa untuk mengendalikan masa. Yang bisa dilakukan hanyalah memanfaatkan masa yang ada untuk terus beribadah kepada-Nya.