Hai hai…… Happy long weekend. Izin membuka dengan pantun yaaa…..
Minggu pagi ke pasar beli buah semangka
Untuk dimakan bareng keluarga
Hallo para pembaca setia
Semoga selalu sehat dan bahagia
Ga terasa ya kita sudah di penghujung bulan Februari 2022. Bentar lagi masuk bulan Sya’ban terus lanjut Ramadhan. Semoga kita semua masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang agung dalam keadaan sehat ya. Aamiiin.
Untuk pekan ini, saya ingin menulis tentang segudang manfaat dari jalan kaki. Di era pandemi seperti ini, menjaga kesehatan raga menjadi sangat penting. Namun, menjaga kewarasan juga tak kalah penting yak. Raga dan jiwa kudu sama sama dijaga supaya sehat. Menurutku, olahraga yang murah meriah, mudah, efeknya ga cuman untuk raga tapi juga jiwa yaitu ya jalan kaki.
Pada akhir tahun lalu, ketika kondisi pikiran saya terasa begitu penat, hati rasanya ngeluh terus, pengen ngumpat, marah, pokoknya sumpek banget karena pekerjaan atau hal lainnya, saya memutuskan untuk jalan kaki sejauh dan semampu yang saya bisa. Karena saya paham bahwa dampak dari kondisi saya saat itu sangat tidak bagus untuk tubuh saya. Terutama di era pandemi seperti ini. Kalau dibiarkan, lama kelamaan saturasi oksigen dan daya imun tubuh saya bisa menurun karena stres.
Dengan jalan kaki, yang tadinya pengen marah, ngumpat, atau ngeluh terus ga jadi karena udah kecapek-an jalan. Kalau capek kan pengennya istirahat tidur. Mau marah, ngumpat, atau ngeluh, mana kuat?. Hehe. Sejak saat itu, jalan kaki menjadi terapi saya untuk menjaga dan memulihkan kesehatan jiwa, seperti menenangkan pikiran, menetralkan perasaan marah atau mengeluh, dan memperbaiki mood. Selain itu, jalan kaki juga menjadi upaya saya untuk intropeksi diri mencari sebab kepenatan pikiran atau sumber kemarahan saya. Saat berjalan, dengan mengharap keberkahan hidup, saya tak lupa untuk sambil bersholawat. Sholawat ini merupakan salah satu cara saya supaya terhindar dari keburukan covid-19 saat berada di luar rumah.
Kalau ikhtiyar sehat, jangan sendirian. Ajak juga temen-temen terdekat. Di Jakarta, saya tak lupa mengajak temen-temen yang dulu hobi diajak lari. Yang awalnya rute jalan berkeliling lingkar luar monas, kini kami punya rute yang lebih memanjakan mata karena pemandangan alamnya yang indah yaitu lapangan banteng. Namun, kegiatan jalan kaki bareng ini cuman bisa dilakuin seminggu sekali. Selebihnya, perlu tekad yang kuat dalam diri untuk bisa mengkonsistenkan jalan kaki tiap hari.
Karena penasaran dengan manfaat jalan kaki dari kacamata medis, saya pun browsing dari beberapa situs kesehatan mengenai manfaat jalan kaki yaitu:
1. Memperpanjang umur. Rata-rata jalan kaki setiap menit dapat memperpanjang hidup 1,5 sampai 2 menit. Satu penelitian menemukan bahwa orang yang melakukan 10 hingga 59 menit olahraga sedang (seperti jalan cepat) setiap minggu memiliki risiko kematian 18% lebih rendah selama masa studi dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif.
2. Menurunkan berat badan. Berjalan kaki dengan kecepatan sedang selama 30 menit dapat membakar sampai dengan 150 kalori dalam tubuh. jalan kaki teraturan yang diimbangi dengan diet sehat akan mempercepat turunnnya berat badan.
3. Menurunkan risiko terkena stroke. Salah satu studi terhadap 70.000 perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja mencatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun dua per tiga.
4. Menekan risiko serangan jantung. Otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras dan lancar agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Dengan berjalan kaki, terutama dengan tergopoh-gopoh, akan memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Selain itu, kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah. Hasilnya tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang dapat berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
5. Menambah volume paru-paru. Berjalan kaki merupakan olahraga aerobik yang meningkatkan jumlah oksigen dalam peredaran darah dan membantu melatih paru-paru.
6. Membantu mengurangi stres. Sebuah studi mengungkap bahwa berjalan kaki membantu mencegah pikun, mengurangi risiko Alzheimer dan memperbaiki kesehatan mental. Ini mengurangi stres mental dan menjaga kadar endorphin tinggi dalam tubuh sehingga suasana hati menjadi baik dan mengurangi rasa cemas dan depresi.
7. Menurunkan tingkat kolestrol dalam darah. Selain menjaga jantung, jalan kaki juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga kestabilan tekanan darah. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.
8. Membantu mengontrol dan mencegah diabetes. Jalan kaki dapat menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2 hingga 50%. Hal ini dikarenakan jalan kaki dapat memicu kerja otot sehingga mampu meningkatkan penyerapan glukosa. Sebagaimana diketahui bahwa kasus diabetes dapat diatasi tanpa perlu minum obat yaitu dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah dapat terkontrol dengan cara bergerak maka obat tidak lagi diperlukan.
9. Mencegah Arthritis dan Osteoporosis. Osteoporosis disebabkan oleh penipisan tulang sehingga tulang menjadi keropos, rapuh, dan rentan patah. Berjalan dapat melatih kekuatan sendi dengan meningkatkan kepadatan tulang. Gaya hidup yang tidak aktif memicu kaku pada persendian, yang jika sudah terjadi maka akan berkembang menjadi radang tulang. Untuk mencegahnya, mari kita coba berjalan kaki dengan rutin setiap hari ya.
10. Memperkuat daya tahan tubuh. Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang berjalan kaki selama 30-45 menit setiap hari maka akan lebih jarang sakit dibanding dengan orang yang tidak pernah berolahraga. Dengan berjalan kaki secara rutin, daya tubuh akan meningkat dan terhindar dari berbagai penyakit infeksi.
11. Menghilangkan sakit punggung. Berjalan kaki mendorong perbaikan sirkulasi darah di dalam struktur tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh dan fleksibilitas yang vital bagi kesehatan tulang belakang.
12. Memperbaiki pencernaan. Seorang ahli terapi fisik di Cancer Treatment Centers of America mengatakan bahwa “Rutinitas jalan kaki di pagi hari meningkatkan pergerakan usus Anda. Salah satu hal pertama yang dilakukan oleh pasien setelah operasi perut adalah berjalan kaki karena aktivitas ini menggunakan otot inti dan perut, mendorong Gerakan dalam sistem pencernaan”.
13. Berat badan stabil. Dengan rutin berjalan kaki, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang karena berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.
14. Efek positif bagi pankreas. Berjalan kaki memiliki efek positif lebih besar dibandingkan berlari. Dalam sebuah studi disebutkan bahwa orang yang berjalan kaki dalam 6 (enam) bulan menunjukkan peningkatan daya tahan terhadap glukosa 6 (enam) kali lipat dibandingkan mereka yang berlari.
15. Memperbaiki penglihatan. Meski sedikit aneh, ternyata berjalan kaki berpengaruh pada penglihatan. Jalan kaki ternyata dapat memerangi glaukoma, penyakit yang disebabkan cairan terkumpul di bagian depan mata dan meningkatkan tekanan atas syaraf penglihatan.
16. Mengurangi gejala varises. Dikatakan oleh Luis Navarro, M.D., pendiri dan direktur The Vein Treatment Center di New York City bahwa “Sistem vena mencakup bagian peredaran darah yang dikenal sebagai 'jantung kedua', yang dibentuk oleh otot, vena, dan katup yang terletak di betis dan kaki kita. Sistem ini bekerja untuk mendorong darah kembali ke jantung dan paru-paru dan berjalan memperkuat sistem peredaran darah sekunder dengan memperkuat dan menjaga otot kaki, yang meningkatkan aliran darah yang sehat”.
17. Memicu kreativitas. Sebuah studi 2014 di Journal of Experimental Psychology, Learing, Memory, and Cognition, jalan jalan dapat memicu kreativitas.
18. Meringankan nyeri sendi. Berjalan kaki akan mengalirkan aliran darah ke area yang tegang dan membantu memperkuat otot-otot di persedian kita.
19. Memperbaiki kualitas tidur. Sebuah studi tahun 2019 dari Sleep menemukan bahwa wanita pascamonopause yang melakukan aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang, tidur lebih baik di malam hari daripada mereka yang tidak banyak bergerak.
20. Meningkatkan kekuatan otak. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pemindaian otak orang yang berjalan cepat selama 1 (satu) jam 3 (tiga) kali seminggu menunjukkan area pengambilan keputusan di otak mereka bekerja lebih efisien daripada orang yang menghadiri seminar pendidikan.
21. Menguatkan otot. Berjalan membantu memperkuat otot-otot kaki. Jika orang berjalan 10.000 langkah setiap harinya, hal itu sama dengan berlatih di fitness centre. Selain dengan berjalan kaki, kekuatan otot kaki dapat dilatih dengan squat dan lunges beberapa kali dalam seminggu.
22. Meningkatkan fokus. Jalan kaki dapat membantu meningkatkan kejernihan mental dan kemampuan berpikir. Jika jalan kaki ini dilakukan setiap hari maka dapat membantu melindungi ingatan dan keterampilan berpikir karena oksigen dan suplai darah ke otak dipercepat.
Demikianlah segudang manfaat jalan kaki. Banyak juga ya ternyata. Hehe.
Jalan kaki akan memberikan dampak positif pada tubuh jika dilakukan tiap hari atau minimal 5 kali dalam seminggu. Namun, jika ada yang memiliki kondisi medis yang tidak memungkinkan berjalan kaki terlalu lama maka silakan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraga apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Bagi saya, ikhtiyar sehat itu keharusan. Namun, jika sudah ikhtiyar kok ternyata dikasih sakit, ya ga masalah. Ambil hikmahnya aja. Berarti kita perlu rehat dari aktivitas untuk sesaat. Semoga kompilasi manfaat jalan kaki dari beberapa situs kesehatan di atas dapat bermanfaat yah. Nah, sekarang, setelah membaca dan tau manfaat besar berjalan kaki, tunggu apalagi, yuk sama sama kita praktikkan.
Salam sehat
Sumber:
1. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/39/apa-saja-manfaat-berjalan-kaki
2. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/apa-yang-terjadi-pada-tubuh-jika-rajin-jalan-kaki-tiap-hari
3. https://www.alodokter.com/jangan-takut-lelah-ada-banyak-manfaat-jalan-kaki
4. https://hellosehat.com/kebugaran/kardio/manfaat-jalan-kaki-30-menit-sehari/
6. https://www.halodoc.com/artikel/manfaat-jalan-kaki-di-pagi-hari
0 komentar:
Posting Komentar