Hai Hai……
Yey, kita udah masuk tahun 2022 niy. Meski Covid-19 masih menghantui seluruh bangsa di belahan dunia, semoga tidak sampai membuat kita mati gaya untuk terus ningkatin imun yaw J.
Nah, salah satu cara ningkatin imun di masa pandemi ini adalah dengan kita berbahagia. Yeyyy (prok prok prok suara bertepuk tangan). Salah satunya dengan berpiknik. Hehe. Awal tahun 2022 ini aku memang mengagendakan tahun baruan di tempat saudara sepupu (mindoan) dari keluarga Eyang Akung. Rumahnya di daerah Kranggan, yang berbatasan dengan Cibubur dan Depok. Kebetulan rumah sepupu pun tidak jauh dengan bumi perkemahan dan graha wisata pramuka Cibubur alias Buperta Cibubur yang berlokasi di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Yuk ngacung yang anak pramuka, pasti familiar banget dengan nama bumi perkemahan ini. Hehe.
Ide piknik ini cukup mendadak karena rencananya kami mau mengunjungi saudara di Tangerang. Karena mempertimbangkan jarak yang cukup jauh dan akses yang cukup riweh, akhirnya tercetus deh ide buat piknik. Dari sisi waktu dan biaya pun piknik lebih ekonomis. InsyaAllah next kami agendakan untuk mengunjungi saudara di Tangerang.
Beberapa peralatan yang kami bawa saat piknik adalah:
1. 1 set kompor portable;
2. Penggorangan dan panci rebus;
3. Tikar;
4. Peralatan makan; dan
5. Tripot untuk foto foto.
Adapun bahan masakan yang kami bawa diantaranya adalah mie instan, sayuran seperti sawi, mentimun, dan buncis, kentang dan udang frozen, buah, kopi dan susu sachet, serta minyak goreng.
Beginilah keseruan kami saat camping murah meriah di Buperta, hehe
Oh iya, buperta itu luasnya mencapai 210 Ha loo atau 2.100.000 m2. Luas buperta awalnya 230 Ha kemudian 20 Ha sebagian lahannya dilepaskan untuk pembangunan jalan tol jagorawi. Beberapa kawasan yang kami kunjungi atau hanya kami lewati antara lain kawasan lapangan utama, kawasan hutan pinus, kawasan danau, kawasan lapangan udara, kawasan tempat ibadah 5 agama, kawasan kemah.
Para pengunjung yang masuk ke kawasan buperta ini dikenakan tarif sebesar Rp5.000,-/orang. Jika membawa sepeda dikenakan tarif tambahan sebesar Rp5.000,- dan untuk yang membawa motor sebesar Rp10.000,-.
Nama buperta tidak asing di telingaku karena dulu waktu aktif pramuka nama tempat ini tidak jarang disebut. Bahkan sepertinya aku pernah punya impian untuk bisa mengikuti jambore nasional di tempat ini. Namun, takdir tidak menyampaikanku kesana. Hehe. Namun, aku bersyukur saat ini aku bisa menginjakkan kaki ke bumi beperta.
0 komentar:
Posting Komentar