Sejak pandemi melanda sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia, aspek kesehatan menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan. Aspek kesehatan antara lain seperti asupan makan, manajemen stress, kecukupan istirahat, dan olahraga. Kesemuanya perlu diseimbangkan. Tidak boleh ada yang dikalahkan.
Ngomongin masalah olaharaga, jogging adalah pilihanku. Berawal dari festival “Virtual Run 2020”, aku jadi ketagihan buat jogging rutin, meski seminggu cuma sekali. Ada 3 festival Virtual Run yang aku ikuti di tahun 2020, dua diantaranya festival yang diadakan oleh kantor dan satu diantaranya adalah Borobudur Marathon. Di tiga festival tersebut, aku ditemani oleh dua teman kantor yang merupakan atlit, atlit lari dan atlit taekwondo. Dari kedua teman atlit inilah aku dapet banyak ilmu tentang cara lari yang bener dan hal hal yang perlu diperhatikan saat berolahraga.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan ku rutin jogging ternyata dilirik oleh teman kos. Dan akhirnya kita saling berkomitmen untuk jogging tiap seminggu sekali di kala weekend.
Bagiku, olahraga jogging itu olaharga yang cukup murah dan terjangkau. Tips dari temanku atlit lari mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan saat jogging antara lain:
1. jangan lupa pemanasan;
2. larilah perlahan dengan menjaga konsistensi kecepatan;
3. kalau capek, jangan memaksakan diri; dan
4. pendinginan.
Temanku juga berpesan, sebelum memulai berolahraga sebaiknya perlu diperhatikan kondisi tubuh, seperti pola makan dan kecukupan istirahat. Jangan sampai kita berolahraga saat tubuh dalam keadaan lelah dan butuh diistirahatkan, hal tersebut malah membahayakan bagi tubuh kita. Padahal tujuan berolahraga adalah untuk lebih bugar dan sehat.
Selain murah dan terjangkau, olahraga jogging juga mengadung nilai nilai kehidupan, seperti konsistensi, ketahanan diri, semangat, dan optimis. Nilai nilai kehidupan tersebut aku dapatkan ketika aku harus menempuh jarak finish yang ditentukan dalam festival “Virtual Run”. Dengan konsistensi, kecepatan rata-rata menjadi cukup stabil. Berkat ketahanan diri, akhirnya jarak 5 km dan 10 km dapat terlewati dengan sempurna. Dalam proses lari, tentunya diperlukan semangat dan optimis bahwa kita pasti akan bisa sampai di jarak finish.
Saat jogging di pagi hari, seorang teman bertanya “Kak, kok kamu bisa lari terus tanpa berhenti? Tadinya kamu ada di paling belakang dan sekarang kamu jadi yang paling depan?”. Dengan senyuman tipis aku menjawab “Saya latihannya dari tahun kemarin, Kak. Jadi tipsnya seperti ini kak (aku jelaskan tips jogging ala teman ku yang atlit lari)”.
Menjaga kesehatan adalah PR besar di era pandemi ini. Olahraga bertujuan supaya tubuh sehat dan bugar, tidak sebaliknya. Terkadang, aku berpikir bahwa pada saat aku berolahraga, aku merasa sedang bertaruh dengan nyawa. Jika olahraga asal olahraga, tanpa ilmu, tentunya hal itu sangat membahayakan bagi tubuh kita sendiri. Berolahraga hanya satu bagian dari sistem pola hidup sehat. Berolahraga tanpa diimbangi dengan pola makan yang benar, istirahat yang cukup, dan manajemen stress yang tepat, malah akan menjadi bumerang bagi diri sendiri. Jadi, segera tentukan olahraga yang membuat kamu konsisten melakukannya dan bisa kamu ambil sisi nilai kehidupannya. Segera yaaa….
0 komentar:
Posting Komentar