Alhamdulillah buku antologi ke-3 ku segera terbit di bulan September 2021. Buku berjudul “My Work My Adventure” ini ditulis oleh 95 penulis dari berbagai daerah. Buku ini berkisah banyak hal tentang apa yang dialami dan dirasakan penulis di dunia kerja. Tentu saja semua kisahnya merupakan kisal real sehingga sangat menarik untuk dibaca.
Well. Dalam buku tersebut, aku menulis 1 judul tentang perjalanan menemukan passion. Di dalam tulisan yang berjumlah sekitar 850-an kata tersebut, aku mencoba bercerita tentang awal mula aku mendapatkan pekerjaan sampai aku menemukan passion serta prinsip-prinsip apa yang aku pegang teguh selama di dunia kerja.
Suatu pencapaian yang sesuai harapan tentunya tidak terlepas dari sebuah pengorbanan. Dan tidak ada pengorbanan yang mudah untuk dilalui. Aku pun mengalaminya. Masa terberatku dalam bekerja adalah bermasalah dengan rekan se-tim bahkan melebar sampai ke sebagian besar insan perusahaan. Namun, aku bersyukur saat itu ada teman yang selalu menguatkanku menghadapi semua cobaan itu. Meski setiap hari selalu ada air mata yang harus keluar dari kelopak mata, itulah sesungguhnya kekuatanku, kekuatanku untuk bertahan dan menghadapinya dengan hati yang lapang.
Aku selalu meyakini bahwa kebenaran itu hanya satu, yaitu dari Allah. Dan kebenaran akan selalu menang. Selama aku berada dalam kebenaran itu, aku tidak akan pernah takut menghadapi segala kesulitan yang ada di hadapanku. Meski rasanya saat itu sangat sulit untuk dihadapi, menyerah adalah pilihan yang bodoh menurutku.
“Fokuslah pada sesuatu yang dapat kamu berikan untuk perusahaan/instansi. Rezeki tidak melulu soal materi”. Itulah salah satu prinsip yang kupegang dalam bekerja. Jika ada yang menuntut hak terlebih dahulu, bahkan sampai melalaikan kewajiban, mohon maaf kita tidak cocok. Inilah awal ketidakcocokan kami yang pada ujungnya menjadi awal dari perseteruan dingin.
Tidak ada yang mengenakkan dari suatu perseteruan yang dingin. Lebih baik sampaikan hal apa yang mengganjal dalam hati. Bicarakan tanpa membeberkan keburukan lainnya. Bicarakan dengan seseorang yang ingin kamu tegur. Tidak membicarakannya ber-ramai ramai di belakang orang yang ingin kamu tegur. Mohon maaf, kita adalah sesama muslim. Tak sepantasnya bersikap demikian.
Setiap kali air mata menetes, aku selalu berbicara pada diriku sendiri bahwa kelak air mata ini akan berganti menjadi air mata kebahagiaan. Aku percaya itu. Kepercayaan diri itu selalu aku pupuk setiap hari. Aku lakukan untuk menguatkan diriku supaya diriku tetap bertahan, bertahan dalam sebuah perjuangan untuk membuktikan kebenaran.
Allah membersamaiku, dengan cara mendekatkan ku dengan teman-teman kos yang baik dan perhatian. Tidak pernah terlihat dariku mata ini sembab karena tangis. Tangis apalagi jika bukan dari perseteruan dingin itu. Perseteruan dingin yang membuatku berteka teki kesalahan apa yang kuperbuat, bagian mana dariku yang harus kuperbaiki.
Aku pun tidak tinggal diam. Sabar tak berarti diam. Segala permasalahan harus dihadapi dengan keberanian. Sebelumnya, aku lebih dulu menyadari bahwa tidak ada seseorang yang tidak punya kesalahan. Begitu pun aku. Dan aku berniat untuk mencari kesalahan yang membuat mereka memandangku sebelah mata. Dengan demikian, aku bisa memperbaiki diriku. Kulakukan semua ini tidak untuk mereka, tetapi untuk diriku sendiri.
Dan kini Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Keyakinanku pada Tuhan tidak salah. Kebenaran memang hanya 1 (satu), yaitu milik-Nya. Aku tidak men-declair bahwa diriku yang menang dalam perseteruan dingin itu. Aku hanya butuh untuk bertahan dan berusaha kuat mempertahankan keyakinan pada-Nya. Dan tentunya Dia memiliki skenario terbaik untuk hidup dan kehidupanku. Kini aku merasakannya. Namun, perjuanganku untuk yakin dan bertahan dalam kebanaran-Nya akan selalu menjadi tugas di sepanjang usiaku.
Jangan pernah takut menghadapi masalah dengan sesama. Sandarkan segala masalah pada Sang Maha Pencipta Hidup. Segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya. Tuhan tidak akan memberi masalah pada diri kita di luar batas kemampuan kita. Hadapi dan jalani. Meski air mata tak berhenti mengalir, yakinlah kasih sayang Tuhan senantiasa mengalir kepadamu yang selalu yakin dengan skenario-Nya. Dalam kesendirian, kamu hanya butuh untuk mengevaluasi diri dan berupaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, di setiap harinya.


0 komentar:
Posting Komentar