Bekerja
itu ibadah
Bekerja
itu belajar
Bekerja
itu berkarya
Bekerja
itu mengabdi
Aku teringat saat rasa penat terhadap
pekerjaan menghampiri, kalimat di atas memberikan semangat tersendiri pada
diriku. Aku teringat dengan hymne gadjah mada (hymne kampus tempat aku kuliah):
“Bakti
kami mahasiswa gadjah mada semua”
“Kuberjanji
memenuhi panggilan bangsaku”
Aku berfikir bahwa bekerja adalah salah satu
bentuk panggilan bangsa. Sehingga apa yang aku kerjakan harus demi bangsa.
Pada saat aku sedang dalam masa penantian (untuk
bekerja), aku berdoa kepada Allah untuk diberikan pekerjaan yang sesuai dengan
bidang yang kutekuni saat kuliah, yakni di bidang hukum. Selain itu aku juga berniat
bekerja untuk mengamalkan ilmu yang kuperoleh selama kuliah.
Tepat sesuai target, alhamdulillah akhirnya
aku diterima bekerja di salah satu perusahaan di Kabupaten Gresik. Perusahaan tersebut
bernama PT Kawasan Industri Gresik (KIG). Dan ini adalah tempat kerja
pertamaku.
Setelah merantau jauh dari Kediri, Bekasi, dan
Yogyakarta, aku sempat kecewa mengapa arah takdirku dikembalikan ke Jawa Timur.
Bisa dibilang cukup lama aku dapat beradaptasi di Kabupaten Gresik saat itu.
Tempat kos yang belum nyaman, cita rasa masakan yang belum cocok, rute pulang
yang amat ribet, dan terutama cyrcle pertemanan yang masih sangat absurd. Namun,
seiring berjalannya waktu kenyamanan perlahan kurasakan setelah 1 tahun tinggal
disana. Untuk rute pulang tetaplah menjadi problematik yang berada di luar
kendaliku.
Di KIG, aku bersyukur bertemu dengan orang
orang yang menurutku keren. Definisi orang keren disini adalah orang yang
berpendidikan, taat agama, peduli dengan bawahan, tak pelit ilmu, perhatian,
dan gemar berbagi. Diantara orang keren itu adalah Ibu/Bapak Direktur Utama,
Bapak Direktur, Bapak Bapak Pemegang Saham dan jajarannya, Notaris, Lawyer, dan
Auditor. Aku sungguh belajar banyak dari mereka. Dan aku bersyukur bisa dikenal
dan disayang oleh mereka. Bahkan sampai saat ini kami masih berhubungan baik.
Semoga mereka selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiiin.
Ibu Direktur Utama pernah berkata bahwa dalam
bekerja itu yang terpenting adalah kecerdasan Emotional Intelligence (EQ). Kecerdasan Intelligence Quotient (IQ) juga diperlukan, tetapi tidak sebanyak
EQ. Itulah mengapa banyak orang pintar tetapi dia gagal dalam hal pekerjaan.
Dalam bekerja, pada prosesnya aku
diperkenalkan dengan berbagai macam tantangan pekerjaan. Mulai tantangan yang
berasal dari internal bagian sampai tantangan yang bersifat global melibatkan
perusahaan sendiri bahkan melibatkan pemegang saham. Saking kompleksnya
tantangan, Bapak Direktur pernah menyampaikan bahwa aku harus bersyukur bekerja
disana karena sangat banyak sekali tantangan yang bahkan mungkin tantangannya
melebihi tantangan yang dialami oleh pemegang saham. Aarrgh….aku berfikir mungkin
pada saat itu beliau hanya ingin menyemangatiku.
Sesuatu hal yang besar berasal dari sesuatu
hal yang kecil. Jika tidak di KIG, mungkin aku tidak akan pernah punya mimpi yang
besar dalam pekerjaan. Tantangan demi tantangan kuhadapi dengan tetap semangat,
berprasangka baik, dan sabar. Berupaya seoptimal mungkin seraya senantiasa
menengadahkan tangan adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Disanalah letak
kekuatanku.
Pondasi amal adalah niat. Semua hal yang
terjadi dalam pekerjaan, seberat apapun kondisinya akan dapat teratasi hanya
jika niatnya tepat. Dan aku merasa bahwa niatku bekerja sudah tepat. Masalah
penghasilan yang kudapat di awal bekerja mungkin bisa dibilang tak seberapa,
tapi bagiku itu tak menjadi masalah utama. Yang terpenting adalah dengan
penghasilanku aku bisa bertahan hidup di tanah rantau, bisa berbagi dengan
orang tua, dan yang terpenting lagi berkah (bertambahnya kebaikan).
Dimanapun tempat bekerja, pasti ada enak dan
tidaknya. Dengan niat yang tepat insyaAllah semuanya akan teratasi dengan baik.
Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang
telah dianugerahkan kepada kita.
Menurutku bekerja adalah kompilasi dari optimalisasi
akal pikiran, yang dibumbui dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman, dan bermuara
pada kebermanfaatan.
Semoga tulisan tentang “Apa itu bekerja” ini dapat
bermanfaat. Aamiin.
Salam,
Jakarta, Mei 2020
0 komentar:
Posting Komentar