Hidup adalah perjuangan. Siapa pun yang memilih untuk hidup, dia pun harus berjuang. Awalnya, kita harus tau tujuan hidup kita apa. Kemudian dilanjutkan dengan bagaimana cara kita mencapai tujuan itu. Disanalah nanti kita akan diperkenalkan dengan sebuah perjuangan. Begitu pula dengan awal sebuah semangat. Semangat itu akan membara ketika kita tau apa yang menjadi tujuan kita. Entah, apa yang terjadi dalam hidup jika kita tidak tau apa yang hendak kita tuju. Tentu hidup akan terasa mati tak berdaya.
Setelah membahas hidup adalah perjuangan, fase selanjutnya adalah memperjuangkan hidup.
Namanya memilih hidup, ya tentu harus nurut dengan yang membuat hidup, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Dunia hanyalah tempat mampir yang suatu saat nanti kita akan pergi meninggalkannya dan dilanjutkan dengan sebuah perjalanan ke alam selanjutnya. Sampai pada akhirnya kita harus menghadap Sang Pencipta. Perjalanan panjang ini mustahil untuk tidak diperjuangkan. Dengan catatan bagi kita yang ingin perjalanan hidup ini tidak sia-sia.
Salah satu bekal yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa adalah berupa hati dan pikiran. Dengan hati seseorang dapat merasakan kesempurnaan hidup. Dengan pikiran seseorang dapat menentukan pilihan. Dua hal tersebut senantiasa berjalan dengan beriringan dalam memperjuangkan hidup.
Dalam memperjuangkan hidup, tentu saja semua orang menginginkan kedamaian dalam hatinya. Mungkin kita mengira bahwa diri kita ini hanya ada satu. Padahal, diri kita ini ada dua, lahir dan batin. Bahkan, tanpa kita sadari sebenarnya suatu masalah itu muncul berawal dari kita. Bukan dari orang lain. Kalau kita tidak mempermasalahkan sesuatu, tentu saja tidak akan menjadi masalah. Salah satu kesalahan dalam diri kita misalnya kita tidak paham terhadap kita sendiri. Bagaimana kita bersikap ketika kita dalam kondisi sedih/susah, atau bagaimana kita bersikap ketika kita dalam kondisi terbakar emosi, atau bagaimana kita bersikap ketika kita dalam keadaan senang supaya hal tersebut tidak sampai berlebihan. Itu semua membuktikan bahwa segala sesuatu berasal dari diri kita sendiri. Jadi benar apa yang dikatakan orang bahwa kita disuruh berpikir positif. Karena dengan berpikir positif kita akan tersugesti untuk bersikap positif pula. Dan pikiran positif itulah yang dapat mendamaikan kita dengan hati kita.
Jika kedamaian dalam hati sudah kita dapat dan kita dapat mengoptimalkan peran pikiran dan hati kita untuk memperjuangkan hidup, hidup adalah perjuangan akan sangat terasa nikmatnya. Kita akan benar-benar sadar bahwa hidup yang hanya mampir ini sebenarnya adalah sebuah medan perjuangan yang pantas kita perjuangkan.
0 komentar:
Posting Komentar